Gun

Kamis, 15 September 2022

Berpacu Dalam Fisika sebagai Model Ulangan Harian yang Kreatif

Halo Guys!!! 😎👋

Salam sejahtera buat kita semua. Pada postingan ini akan membahas bentuk yang seperti apa ya?

Pastinya bentuk kegiatan pembelajaran untuk pengambilan capaian atau nilai suatu bab atau topik atau K.D. yang sudah diajarkan. Namanya adalah "BERPACU DALAM FISIKA".

Bentuk kegiatan pembelajaran ini bisa dibilang salah satu model kuis ataupun yang kita kenal selama belajar di sekolah yaitu ulangan harian atau penilaian / evaluasi harian. Bentuk ini sebenarnya diadaptasi dari program kuis di TV Nasional yang sudah populer dan fenomenal tentunya yakni "BERPACU DALAM MELODI". Rangkaian acaranya persis seperti Berpacu Dalam Melodi, yang jadi bedanya adalah soal-soal yang dikuiskan berhubungan dengan mata pelajaran Fisika.

Bentuk kegiatan ini telah diterapkan di salah satu SMA Swasta di Jakarta Timur. Antusias, adu gengsi ilmu, dan ketegangan bisa didapatkan dari kegiatan pembelajaran yang dikenal Berpacu Dalam Fisika. Kegiatan ini membutuhkan waktu kurang lebih 2 jam pelajaran @40 menit untuk menuntaskannya sampai selesai, termasuk waktu jeda. 

Babak-babak yang sudah dilangsungkan di kegiatan ini untuk edisi terbaru:

  • Babak I (Tebak Bersama): babak ini tujuannya menguji pemahaman konsep fisika; dikuiskan dengan Kahoot
  • Babak II (Rangkaian Rumus): babak ini tujuannnya mengingat nama rumus fisika yang sesuai dengan bab yang telah diajarkan; dikuiskan dengan Kahoot seperti di babak pertama
  • Babak III (Bursa Soal): babak ini tujuannya menguji penalaran soal-soal perhitungan tingkat awal hingga medium; dikuiskan dengan selembar jawaban uraian
  • Babak IV (Segambar Jawab): babak ini tujuannya menguji penalaran soal bergambar disertai analisis yang tingkat kesukarannya setara HOTS (Higher-Order Thinking Skills) atau standar AKM (Asesmen Kompetensi Minimum); dikuiskan dengan secarik lembar jawaban uraian seperti di babak ketiga Bursa Soal

Adapun babak-babak yang tersaji pada kegiatan edisi sebelumnya:

  • Babak I (Tebak Bersama)
  • Babak II (Rangkaian Rumus)
  • Babak III (Sambung Angka): babak ini tujuannya menguji penalaran soal perhitungan di level LOTS (Lower-Order Thinking Skills) atau tingkat awal dengan metode menyambungkan angka yang akan ditebak menjadi serangkaian jawaban yang benar misalkan 4(...)(...) untuk jawabannya bisa 420 atau pokoknya 4 menjadi angka mutlak dari soalnya; dikuiskan dengan selembar jawaban uraian
  • Babak IV (Bursa Soal): babak ini tujuannya menguji penalaran soal-soal perhitungan tingkat awal hingga medium; dikuiskan secara rebutan
  • Babak V (Sekilas HOTS): babak ini tujuannya menjawab tantangan sebuah soal HOTS atau mengacu level AKM; dikuiskan secara rebutan dengan menjawab soal rangkaian rumus terlebih dahulu kemudian diminta menjawab sebuah soal HOTS dengan ketentuan jika benar mendapatkan skor tertinggi misal 100 dan jika salah masih berkesempatan mengikutinya hingga skor permintaan terendah misal 80 tidak terjawab barulah berakhir permainannya.

Berikut contoh template Berpacu Dalam Fisika untuk bahasan tentang "Fluida Statis".

Demikian yang bisa disampaikan. Kurang lebihnya mohon dimaklumi ya. Terima kasih dan semoga sehat serta sukses selalu. 😊

Referensi:

http://davidfml.blogspot.com/2022/09/berpacu-dalam-fisika-sebagai-model.html, telah disunting pada 17 Oktober 2022 jam 21:22 WIB

Jumat, 17 Desember 2021

Gamifikasi Pembelajaran Wordwall untuk Persiapan Ulangan IPA Fisika Kelas VII Semester 1

Halo Bapak/Ibu Guru dan Anak-Anak SMP!

Disini kita akan membedah secara singkat dari salah satu aplikasi gamifikasi pembelajaran yang tidak kalah interaktifnya dengan Kahoot. Quizizz, dan web quiz lainnya. Nama aplikasinya, Wordwall.

Menurut ruangparabintang, Wordwall adalah alat interaktif bagi siswa atau orang lain yang dirancang sedemikian rupa untuk digunakan sebagai media dan berisi berbagai kata dalam bentuk template ataupun model quizroom. Wordwall bisa dibilang sebagai alat kolaboratif dan interaktif, karena merupakan artefak yang dibuat oleh guru dan berpusat pada siswa.

Sejarahnya, Wordwall dirintis sejak 2016 dari Inggris. Konsep tampilan dari Wordwall terbilang sederhana. Produk yang dibuatkan cukup lewat HTML5 web standar bahwa konten ini bisa diakses di perangkat apapun.

Berdasarkan info terkini, Wordwall mempunyai 18 jenis interaktif versi standar dan ditambah 15 lagi yang versi pro. 

Berikut ini link template yang bisa diakses untuk menambah momen Anak-Anak.

Cara membuat/menambah konten Wordwall sebagai berikut :

  1. Klik "Create Activity" pada menubar teratas.
  2. Pilih jenis interaktif yang Bapak/Ibu Guru inginkan untuk membuat sebuah sumber daya (misal jenis Gameshow quiz).
  3. Tuliskan judul di kolom Activity Title untuk tema/topik dari kegiatan yang akan digunakan.
  4. Tuliskan petunjuk permainan di kolom Instruction (ini bersifat opsional).
  5. Masukkan beberapa pertanyaan bisa berupa kata-kata maupun gambar di kolom Question (maksimal 100 pertanyaan) dan pilihan jawabannya di kolom Answers (maksimal 6 pilihan).
  6. Setelah selesai membuat pertanyaan dan pilihan jawaban, klik "Done" untuk menyimpannya.
  7. Setelah tersimpan suatu sumber daya, lalu bisa atur waktu menjawab setiap pertanyaan dan pilihan lainnya seperti selingan bonus round di menu Options. Kemudian jangan lupa klik "Apply To This Activity" untuk menyimpannya.
  8. Kalau mau set papan skor sesuai keinginan, bisa diatur setelannya di menu Leaderboard. Kemudian jangan lupa klik "Apply To This Activity" untuk menyimpannya.
  9. Setelah semua elemen baik pertanyaan, jawaban, Options, dan Leaderboard sudah benar-benar beres, Bapak/Ibu Guru bisa menyetel di pojok kanan bawah layar template untuk dibagikan dengan klik "Share" lalu atur tag tambahannya dan kemudian klik "Publish" (untuk membuat sebuah sumber daya yang bisa dilihat secara umum) atau diklik fitur Set Assignment (agar mendapat rekapan hasil siswa-siswi yang sudah menyelesaikan).
  10. Salin dan bagikan link tersebut jika sudah selesai diset pilihan sharenya. Selamat mencoba.

Demikianlah yang bisa disampaikan sebagai bahan untuk Bapak/Ibu Guru yang ingin mengadopsi media gamifikasi pembelajaran dengan Wordwall maupun Anak-Anak yang ingin menggali bahasan di kelas VII Semester 1. Semoga bermanfaat dan tetap semangat demi kemajuan pendidikan.

Kamis, 22 Agustus 2019

PTS Mendominasi Pemeringkatan 100 Besar Perguruan Tinggi di Indonesia Versi Kemenristekdikti Tahun 2019


Jakarta – Sepekan yang lalu (tepat pada 16 Agustus), Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Republik Indonesia mengumumkan klasterisasi perguruan tinggi Indonesia tahun 2019 di Gedung D Kemenristekdikti, Senayan, Jakarta. Klasterisasi ini dilakukan untuk memetakan perguruan tinggi Indonesia yang berada di bawah naungan Kemenristekdikti guna meningkatkan kualitas perguruan tinggi sekaligus menjadi dasar bagi Kemenristekdikti untuk memberikan kebijakan sesuai kapasitas setiap klaster perguruan tinggi tersebut.


“Tujuan kami ingin mendorong perguruan tinggi Indonesia semakin maju dan masuk ke kelas dunia. Dorongan ini menjadi sangat penting. Kalau kita sudah sampaikan ini, kita bisa lakukan pemetaan. Tujuannya pemetaan perguruan tinggi Kemenristekdikti bagaimana membuat kebijakan masing-masing yang ada di perguruan tinggi nanti, supaya nanti ke depan kita bisa mewujudkan perguruan tinggi berkualitas.”

Ungkapan dari Bapak Menteri Riset Dikti Mohamad Nasir.

Pada kesempatan ini, Menristekdikti menegaskan kembali tidak ada dikotomi antara perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS), yang terpenting adalah kualitasnya. Menteri Nasir mengapresiasi beberapa PTS yang mampu bersaing dengan PTN dan berada pada klaster 2.

Pemeringkatan Perguruan Tinggi 2019 berfokus pada indikator atau penilaian yang berbasis Output – Outcome Base, yaitu dengan melihat: 
  • Kinerja Masukan dengan bobot 40 % yang meliputi kinerja Input (15%) dan Proses (25%), serta 
  • Kinerja Luaran dengan bobot 60% yang meliputi kinerja Output (25%), dan Outcome (35%). 
Penambahan indikator baru tersebut sebagai upaya agar perguruan tinggi dapat secara aktif merespon perkembangan zaman, terutama revolusi industri keempat dan kebutuhan tenaga kerja.

Pada tahun 2019, Kemenristekdikti mengeluarkan hasil klasterisasi perguruan tinggi dalam dua (2) kategori yaitu kategori Perguruan Tinggi Non-Vokasi (pendidikan akademik), yang terdiri dari Universitas, Institut, dan Sekolah Tinggi, dan kategori Perguruan Tinggi Vokasi, yang terdiri dari Politeknik dan Akademi.


Perguruan Tinggi Non-Vokasi dengan jumlah sebanyak 2.141 perguruan tinggi dibawah Kemenristekdikti diperoleh 5 (lima) klaster perguruan tinggi Indonesia dengan komposisi 
  • Klaster 1 berjumlah 13 perguruan tinggi; 
  • Klaster 2 berjumlah 70 perguruan tinggi; 
  • Klaster 3 berjumlah 338 perguruan tinggi, 
  • Klaster 4 berjumlah 955 perguruan tinggi, dan 
  • Klaster 5 berjumlah 765 perguruan tinggi.
Berikut adalah seratus perguruan tinggi non-vokasi dengan ranking tertinggi di Indonesia pada 2019:
  1. Institut Teknologi Bandung (skor 3.671 – klaster 1) {PTN}
  2. Universitas Gadjah Mada (skor 3.594 – klaster 1) {PTN}
  3. Institut Pertanian Bogor (skor 3.577 – klaster 1) {PTN}
  4. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (skor 3.462 – klaster 1) {PTN}
  5. Universitas Indonesia (skor 3.401 – klaster 1) {PTN}
  6. Universitas Diponegoro (skor 3.207 – klaster 1) {PTN}
  7. Universitas Airlangga (skor 3.056 – klaster 1) {PTN}
  8. Universitas Hasanuddin (skor 3.036 – klaster 1) {PTN}
  9. Universitas Brawijaya (skor 2.948 – klaster 1) {PTN}
  10. Universitas Padjadjaran (skor 2.906 – klaster 1) {PTN}
  11. Universitas Andalas (skor 2.795 – klaster 1) {PTN}
  12. Universitas Sebelas Maret (skor 2.711 – klaster 1) {PTN}
  13. Universitas Sumatera Utara (skor 2.695 – klaster 1) {PTN}
  14. Universitas Telkom (klaster 2) {PTS}
  15. Universitas Pendidikan Indonesia (klaster 2) {PTN}
  16. Universitas Negeri Yogyakarta (klaster 2) {PTN}
  17. Universitas Islam Indonesia (klaster 2) {PTS}
  18. Universitas Negeri Semarang (klaster 2) {PTN}
  19. Universitas Negeri Malang (klaster 2) {PTN}
  20. Universitas Bina Nusantara (klaster 2) {PTS}
  21. Universitas Jember (klaster 2) {PTN}
  22. Universitas Negeri Surabaya (klaster 2) {PTN}
  23. Universitas Syiah Kuala (klaster 2) {PTN}
  24. Universitas Riau (klaster 2) {PTN}
  25. Universitas Negeri Padang (klaster 2) {PTN}
  26. Universitas Katolik Parahyangan (klaster 2) {PTS}
  27. Universitas Sam Ratulangi (klaster 2) {PTN}
  28. Universitas Udayana (klaster 2) {PTN}
  29. Universitas Negeri Makassar (klaster 2) {PTN}
  30. Universitas Atma Jaya Yogyakarta (klaster 2) {PTS}
  31. Universitas Surabaya (klaster 2) {PTS}
  32. Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya (klaster 2) {PTS}
  33. Universitas Jenderal Soedirman (klaster 2) {PTN}
  34. Universitas Tarumanagara (klaster 2) {PTS}
  35. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (klaster 2) {PTS}
  36. Universitas Sriwijaya (klaster 2) {PTN}
  37. Universitas Ahmad Dahlan (klaster 2) {PTS}
  38. Universitas Muhammadiyah Malang (klaster 2) {PTS}
  39. Universitas Sanata Dharma (klaster 2) {PTS}
  40. Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur (klaster 2) {PTN}
  41. Universitas Pendidikan Ganesha (klaster 2) {PTN}
  42. Universitas Trisakti (klaster 2) {PTS}
  43. Universitas Kristen Petra (klaster 2) {PTS}
  44. Universitas Islam Bandung (klaster 2) {PTS}
  45. Universitas Pancasila (klaster 2) {PTS}
  46. Universitas Lampung (klaster 2) {PTN}
  47. Universitas Mataram (klaster 2) {PTN}
  48. Universitas Katolik Soegijapranata (klaster 2) {PTS}
  49. Universitas Mercu Buana (klaster 2) {PTS}
  50. Universitas Negeri Medan (klaster 2) {PTN}
  51. Universitas Dian Nuswantoro (klaster 2) {PTS}
  52. Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (klaster 2) {PTS}
  53. Universitas Ma Chung (klaster 2) {PTS}
  54. Universitas Kristen Satya Wacana (klaster 2) {PTS}
  55. Universitas Gunadarma (klaster 2) {PTS}
  56. Institut Teknologi Nasional Malang (klaster 2) {PTS}
  57. Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya (klaster 2) {PTS}
  58. Institut Seni Indonesia Yogyakarta (klaster 2) {PTN}
  59. Universitas Negeri Jakarta (klaster 2) {PTN}
  60. Universitas Djuanda (klaster 2) {PTS}
  61. Universitas Islam Sultan Agung (klaster 2) {PTS}
  62. Universitas Tanjungpura (klaster 2) {PTN}
  63. Universitas Muhammadiyah Surakarta (klaster 2) {PTS}
  64. Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (klaster 2) {PTS}
  65. Universitas Pasundan (klaster 2) {PTS}
  66. Universitas Jambi (klaster 2) {PTN}
  67. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Perbanas Surabaya (klaster 2) {PTS}
  68. Universitas Trunojoyo (klaster 2) {PTN}
  69. Universitas Al-Azhar Indonesia (klaster 2) {PTS}
  70. Institut Teknologi Nasional Bandung (klaster 2) {PTS}
  71. Universitas Kristen Duta Wacana (klaster 2) {PTS}
  72. Universitas Ciputra Surabaya (klaster 2) {PTS}
  73. Universitas Multimedia Nusantara (klaster 2) {PTS}
  74. Universitas Swiss German (klaster 2) {PTS}
  75. Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (klaster 2) {PTS}
  76. Universitas Widya Gama (klaster 2) {PTS}
  77. Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (klaster 2) {PTN}
  78. Universitas Presiden (klaster 2) {PTS}
  79. Universitas Komputer Indonesia (klaster 2) {PTS}
  80. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Malangkucecwara (klaster 2) {PTS}
  81. Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (klaster 2) {PTN}
  82. Universitas Lambung Mangkurat (klaster 2) {PTN}
  83. Universitas Narotama (klaster 2) {PTS}
  84. Institut Seni Indonesia Denpasar (klaster 3) {PTN}
  85. Universitas Islam Malang (klaster 3) {PTS}
  86. Universitas Kristen Indonesia (klaster 3) {PTS}
  87. Universitas PGRI Adi Buana (klaster 3) {PTS}
  88. Universitas Mulawarman (klaster 3) {PTN}
  89. Universitas Budi Luhur (klaster 3) {PTS}
  90. Universitas Halu Oleo (klaster 3) {PTN}
  91. Universitas Merdeka Madiun (klaster 3) {PTS}
  92. Universitas Pakuan (klaster 3) {PTS}
  93. Universitas Dr. Soetomo (klaster 3) {PTS}
  94. Universitas PGRI Semarang (klaster 3) {PTS}
  95. Universitas Widyatama (klaster 3) {PTS}
  96. Universitas Muhammadiyah Magelang (klaster 3) {PTS}
  97. Universitas Stikubank (klaster 3) {PTS}
  98. Universitas Nasional (klaster 3) {PTS}
  99. Universitas Ibn Chaldun (klaster 3) {PTS}
  100. Universitas Negeri Gorontalo (klaster 3) {PTN}
Keterangan:
Tulisan yang berwarna merah mencirikan PTS umum
Tulisan yang berwarna hijau mencirikan PTS Islam
Tulisan yang berwarna biru mencirikan PTS Katholik
Tulisan yang berwarna ungu mencirikan PTS Kristen

Sedangkan untuk kategori perguruan tinggi vokasi, urutan klaster dimulai pada klaster 2. Hal ini dilakukan dengan mempertimbangkan capaian/skor tertinggi yang diperoleh oleh perguruan tinggi vokasi. Sehingga untuk kategori perguruan tinggi vokasi dengan jumlah 1.128 perguruan tinggi diperoleh 4 (empat) klaster perguruan tinggi Indonesia dengan komposisi: 
  • Klaster 2 berjumlah 5 perguruan tinggi; 
  • Klaster 3 berjumlah 62 perguruan tinggi, 
  • Klaster 4 berjumlah 545 perguruan tinggi, dan 
  • Klaster 5 berjumlah 516 perguruan tinggi. 
Berikut adalah lima puluh perguruan tinggi vokasi dengan ranking tertinggi di Indonesia pada 2019:
  1. Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (skor 2.276 – klaster 2)
  2. Politeknik Negeri Bandung (skor 2.037 – klaster 2)
  3. Politeknik Negeri Malang (skor 1.867 – klaster 2)
  4. Politeknik Negeri Semarang (skor 1.756 – klaster 2)
  5. Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh (skor 1,720 – klaster 2)
  6. Politeknik Negeri Ujung Pandang (skor 1.587 – klaster 3)
  7. Politeknik Negeri Jakarta (skor 1.582 – klaster 3)
  8. Politeknik Negeri Padang (skor 1.582 – klaster 3)
  9. Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan (skor 1.565 – klaster 3)
  10. Politeknik Negeri Bali (skor 1.498 – klaster 3)
  11. Politeknik Negeri Manado (klaster 3)
  12. Politeknik Negeri Sriwijaya (klaster 3)
  13. Politeknik Caltex (klaster 3)
  14. Politeknik Negeri Medan (klaster 3)
  15. Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (klaster 3)
  16. Politeknik Negeri Lampung (klaster 3)
  17. Politeknik Indonusa Surakarta (klaster 3)
  18. Politeknik Negeri Lhokseumawe (klaster 3)
  19. Akademi Akuntansi YKPN (klaster 3)
  20. Politeknik Negeri Madiun (klaster 3)
  21. Politeknik Negeri Banjarmasin (klaster 3)
  22. Politeknik Pertanian Negeri Kupang (klaster 3)
  23. Politeknik Negeri Bengkalis (klaster 3)
  24. Politeknik Negeri Jember (klaster 3)
  25. Politeknik Negeri Balikpapan (klaster 3)
  26. Politeknik Negeri Batam (klaster 3)
  27. Akademi Farmasi Yayasan Tenaga Pembangunan Arjuna Laguboti (klaster 3)
  28. Politeknik Negeri Pontianak (klaster 3)
  29. Politeknik Harapan Bersama (klaster 3)
  30. Politeknik Manufaktur Astra (klaster 3)
  31. Politeknik Manufaktur Ceper (klaster 3)
  32. Akademi Keperawatan Pamenang (klaster 3)
  33. Akademi Teknik YKPN (klaster 3)
  34. Politeknik Negeri Ambon (klaster 3)
  35. Akademi Kebidanan Ummi Khasanah (klaster 3)
  36. Politeknik Negeri Samarinda (klaster 3)
  37. Politeknik ATMI (klaster 3)
  38. Akademi Kebidanan Yapma Makassar (klaster 3)
  39. Politeknik Ubaya (klaster 3)
  40. Akademi Peternakan Karanganyar (klaster 3)
  41. Akademi Teknik Soroako (klaster 3)
  42. Politeknik Manufaktur Bandung (klaster 3)
  43. Politeknik TEDC (klaster 3)
  44. Politeknik Katolik Mangunwijaya (klaster 3)
  45. Politeknik Pratama Mulia (klaster 3)
  46. Akademi Kesehatan Karya Husada Yogyakarta (klaster 3)
  47. Akademi Kebidanan Pelamonia Kesdam VII Wirabuana (klaster 3)
  48. AMIK Jakarta Teknologi Cipta (klaster 3)
  49. Akademi Keperawatan Panti Kosala (klaster 3)
  50. Politeknik Mekatronika Sanata Dharma (klaster 3)
Catatan tambahan:
PTS akhirnya mendominasi dalam daftar klasterisasi atau pemeringkatan perguruan tinggi non vokasi 100 besar versi Ristekdikti. Artinya, mutu PTS sudah lebih baik daripada PTN. Jadi, bagi masyarakat yang tidak diterima di SNMPTN, SBMPTN ataupun Tes Masuk PTN lainnya, jangan risau dan tetaplah bangga dengan perguruan tinggi yang sedang Anda perjuangkan. Karena masih banyak masyarakat Indonesia yang belum mengenyam pendidikan sampai di tingkat perguruan tinggi. Perlu diingatkan kembali bahwa walaupun Anda kuliah di perguruan tinggi klaster 1 belum tentu menjamin kesuksesan di masa depan. Tergantung Anda, pemeringkatan perguruan tinggi bisa berubah-ubah dalam kurun waktu setahun. Jadi bagi Anda sebagai mahasiswa baik PTN maupun PTS harus berjuang keras dan belajar yang giat agar peringkat perguruan tinggi yang dicapai stabil dari tahun ke tahun. Untuk itulah diperlukan kerjasama demi mencapai tema kemerdekaan negeri kita tahun ini yaitu "SDM Unggul, Indonesia Maju".

Demikianlah artikel yang dapat disampaikan disini. Semoga bermanfaat dan masa kuliah adalah masa yang paling menggembirakan buat Anda sebelum menempuh karier panjang.

Referensi:

Senin, 05 November 2018

Olimpiade Mahasiswa 1 di Universitas Udayana

Halo Semuanya!!!

Bagaimana Kabar Anda hari ini?

Oh ya, pendidikan di Indonesia kini masih dalam proses pemerataan yang tahap demi tahap akan tercapai seiring berjalannya era revolusi industri 4.0. Pemerataan pendidikan sangatlah berdampak pada kualitas dan implementasi budaya masyarakat. Semakin canggih teknologi tentunya pendidikan semakin maju.

Cerita singkat ya. Tidak nyangka, karya esai saya diterima untuk dipresentasikan di Universitas Udayana (UNUD) dalam rangka Olimpiade Mahasiswa 1. Puji Tuhan, saya bisa pergi ke Bali gara-gara esaiku layak maju ke babak berikutnya dan kampusku sangat support untuk berkompetisi disana. 

Gambar 1 Gedung Rektorat UNUD

Berikut karya esai yang saya kompetisikan, silahkan klik disini.

Gambar 2 Saya sedang tampil presentasi esai di Ruang Bangsa Rektorat UNUD

Kabar gembira nih. Saya dapat JUARA 3. Akhirnya... Walaupun presentasi saya masih kurang memuaskan, karya esai lumayan membantu untuk meraih juara dalam kompetisi tersebut.

Gambar 3 Pengumuman dan pemberian hadiah bagi para juara kompetisi

Bagi yang pingin jalan-jalan, silahkan buat ide kreativitas Anda dalam bentuk tulisan baik esai maupun jurnal.

Sekian Terima Kasih.

Selasa, 03 Juli 2018

Grup WA Family 100



Halo Para WargaNet!

Tahukah Anda? Kuis Family 100 adalah permainan yang paling seru untuk ramai-ramai apalagi sekeluarga membentuk tim untuk mengikuti permainan ini. Kuis Family 100 sebenarnya dirintis oleh Mark Goodson dan Bill Todman, yang kuisnya berjudul Family Feud.

Di Indonesia, kuis Family 100 adalah kuis yang paling populer, favorit, dan tentunya menghibur. Keunikan dari permainan ini adalah 1 pertanyaan terdiri dari beberapa jawaban yang tepat menurut survei.

Zaman sekarang, manusia jarang menggunakan SMS untuk menyampaikan pesan. Alhasil manusia sudah tidak dapat dihindarkan lagi dari penggunaan internet. Salah satunya adalah menggunakan aplikasi pesan instan seperti WhatsApp.

WhatsApp adalah aplikasi pesan instan yang terdiri dari fitur chatting, calls, group chat, dan baru-baru ini adalah status (stories WA). Dari fitur group chat, pengguna mudahkan untuk komunikasi langsung dalam sekelompok tanpa harus mengirimkan pesan satu per satu.

Namun dari fitur group chat, dapat digunakan juga untuk rapat online, seminar online, diskusi online, maupun game online atau quiz online. Salah satu contoh pemanfaatan fitur group chat dari WhatsApp, yaitu Family 100 WA Indonesia.

Family 100 WA Indonesia merupakan grup kuis online yang bersifat menghibur dan melatih pengetahuan sehari-hari. Grup ini bisa dimanfaatkan untuk obrolan para penggemar kuis Family 100 di Indonesia. Grup ini juga dihadirkan info Global Score, yang artinya perolehan skor dari awal hingga episode yang terbaru kali ini dimuat setelah kuis usai berlangsung.

Dapatkan pengalaman yang menghibur dan mengesankan di grup WA, hanya dengan bergabung di grup Family 100 WA Indonesia. Family 100 WA Indonesia is The First Family Quiz Online in WhatsApp Group.

Silahkan bergabung di link ini atau untuk mengetahui info lebih lanjut silahkan klik disini!

Ini Baru Pahlawan Zaman NOW

Selamat Memperingati Hari Pahlawan 2017. Mari Seluruh Rakyat Indonesia  🇮🇩  tetap memperkokoh Persatuan demi kemajuan Pembangunan Neg...